Dari Kota Kecil ke Panggung Global: Kisah Sumrize Menginspirasi Ratusan Peserta Seminar di Universitas Subang

Search for a command to run...

Sumrize menjadi salah satu finalis Astranauts 2026 dalam kategori Product Track – Cross Industry Challenge. Dalam rangkaian final tersebut, Sumrize diwakili oleh Alfyan Angga Saputra selaku CEO Sumriz

Pada Rabu, 22 Juli 2026, sekitar 100 mahasiswa dari berbagai kampus di Kabupaten Subang berkumpul di Subang Creative Center untuk mengikuti Subang Peace Forum 2026. Seminar yang digagas oleh Badan Eks

Chat kerja terlihat kecil, Tetapi biayanya besar Banyak tim modern bekerja lewat grup chat. Keputusan dibuat di sela percakapan, revisi dikirim sebagai pesan pendek, deadline disepakati cepat, dan upd

Ketika Meta AI mulai hadir di WhatsApp, pertanyaan yang wajar muncul adalah: Kalau WhatsApp sudah punya fitur AI dari Meta, apakah Sumrize masih diperlukan? Jawabannya: masih. Bahkan, dalam banyak ske

Indonesian AI startup Sumrize has received a US$50,000 investment from Niko Rinaldo, a prominent figure from Subang with strong networks across business, institutional, and public-sector circles. The

Subang, 20 Juni 2026 — Sabtu lalu, Universitas Subang menjadi saksi sebuah seminar inspiratif yang mempertemukan para pemikir, pembicara, dan inovator dari berbagai latar belakang. Mengusung format kolaboratif, seminar ini menghadirkan influencer, public speaker, dan entrepreneur dalam satu panggung — namun satu sesi yang paling dinantikan datang dari sosok di balik AI dari Subang yang kini telah melangkah dari kota kecil ke panggung global: Sumrize.
Momen puncak seminar ini adalah ketika CEO Sumrize naik ke atas panggung dan membawa para peserta menyusuri perjalanan panjang membangun Sumrize — mulai dari ide sederhana, tantangan di fase awal, hingga proses panjang yang akhirnya membawa Sumrize menjadi produk AI yang dikenal secara global.
Kisah ini bukan sekadar cerita sukses, melainkan gambaran nyata bagaimana sebuah AI dari Subang bisa melangkah dari kota kecil menuju panggung global dan bersaing di kancah internasional. Peserta tampak antusias menyimak setiap detail proses, mulai dari riset awal, iterasi produk, hingga strategi yang digunakan untuk menembus pasar global.
Kehadiran sesi ini terasa istimewa karena diinisiasi langsung oleh entrepreneur yang menjadi salah satu narasumber — sebuah bentuk dukungan nyata terhadap inovasi teknologi lokal yang patut diapresiasi.
Hal yang menarik, antusiasme terhadap Sumrize sudah terasa bahkan sebelum sesi utama dimulai. Sejak meja registrasi dibuka, peserta diberi kesempatan untuk langsung mencoba AI Sumrize secara langsung. Banyak peserta yang terlihat penasaran dan tidak sabar untuk mengeksplorasi fitur-fiturnya sendiri — sebuah indikasi kuat bahwa produk ini berhasil menarik minat audiens baru hanya dari pengalaman singkat penggunaan.
Pengalaman hands-on ini menjadi pemanasan yang sempurna sebelum peserta mendengar langsung cerita di balik teknologi yang baru saja mereka coba.
Seminar ini juga diperkaya oleh kehadiran narasumber dari latar belakang berbeda — influencer, public speaker, dan entrepreneur — yang masing-masing membawa perspektif unik. Kombinasi ini menciptakan diskusi yang dinamis, di mana kisah perjalanan Sumrize semakin relevan ketika dikaitkan dengan sudut pandang dunia kreator, komunikasi publik, dan kewirausahaan.
Seminar di Universitas Subang ini menjadi bukti bahwa kisah perjalanan AI dari Subang yang melangkah dari kota kecil ke panggung global bisa menjadi sumber inspirasi nyata, terutama bagi generasi muda yang ingin membangun produk berskala global. Antusiasme peserta — baik saat mencoba langsung AI Sumrize maupun saat menyimak sesi CEO — menunjukkan bahwa cerita perjuangan dan inovasi selalu punya tempat di hati audiens.